Tampilkan postingan dengan label Diet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diet. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

Mengapa Tubuh Wanita Semakin Melar Seiring Usia?


Tubuh ramping dan proposional selalu menjadi dambaan setiap wanita di dunia. Namun, seiring bertambahnya usia, berat badan wanita justru semakin bertambah dan membuat wanita sedikit frustasi. 

Tak peduli seberapa keras mereka mencoba menjaga pola makan dan rajin berolahraga. Tetapi, saat ini, para ilmuwan telah menemukan setidaknya satu alasan mengapa hal tersebut terjadi. Setelah menopause, terjadi aktivitas enzim tertentu yang terlibat dalam peningkatan produksi lemak.

Dikenal sebagai Aldh1a1, aktivitas ini menyebabkan wanita menyimpan jenis lemak berbahaya di sekitar organ internal, yang dikenal sebagai lemak visceral. Hal ini sangat berkaitan dengan diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kanker. 
Seperti dikutip dari Daily Mail, para peneliti di University of Ohio menemukan bahwa hormon estrogen pada wanita menekan efek dari enzim tersebut.

Para peneliti melakukan pembedahan pada indung telur tikus untuk menguji apakah estrogen dapat berkaitan dengan produksi lemak visceral pada wanita. Segera setelah tikus tersebut mengalami menopause dan tidak memproduksi estrogen, mereka mulai memproduksi asam retinoat, yang menyebabkan pembentukan lemak visceral.

"Ini berarti estrogen mengaktifkan hormon penghambat obesitas dan segera setelah kami kehilangan estrogen karena menopause, lemak visceral mulai tumbuh," ucap Dr. Ziouzenkova. Studi ini diterbitkan dalam edisi Januari jurnal Diabetes

6 Makanan Beresiko Pengaruhi Kesehatan dan Berat Badan


Berat badan ideal sepertinya tak perlu lagi ditawarkan. Semua orang berlomba untuk mendapatkan tubuh sehat dengan bentuk menarik. Tidak hanya pembicaraan di kalangan wanita, pria pun kerap membicarakan menu diet. sederet makanan pun menjadi "haram" karena dianggap membuat tubuh melar.

Sebut saja makanan dengan kandungan lemak dan karbohidrat yang kemudian dicoret dari daftar konsumsi harian. Padahal menurut Rania Batayneh, ahli gizi dan penulis buku the Diet 1:1:1, dua bahan ini tetap diperlukan untuk diet seimbang. Dilansir iVillage, berikut jenis makanan sehat yang sebenarnya tidak perlu dihindari dalam diet.

1. Pasta
Makanan sumber karbohidrat dan gluten ini paling minim dikonsumsi dengan alasan mencetuskan kegemukan. Rania Batayneh, menjelaskan bahwa pasta sebenarnya tinggi asam folat, zat yang dibutuhkan untuk kesehatan otak. Selain itu pasta juga memiliki indeks glikemik normal, yakni 41. Jumlah yang hampir sama dengan satu buah pir, dan lebih rendah dari berbagai jenis roti.

2. Mentega
Para ahli gizi pun merekomendasikan mentega dalam menu diet. Mentega dikatakan memiliki lemak jenuh seperti yang ada pada daging merah dan keju. "Mentega yang terbuat dari sapi pemakan rumput, mengandung asam linoleat tinggi yang dibutuhkan untuk kesehatan jantung dan penurunan berat badan,รข€ papar Batayneh. Ia menambahkan bahwa mentega juga memiliki kandungan vitamin K2 yang mampu meningkatkan sistem saraf dan fungsi kardiovaskular

3. Keju
Seperti halnya mentega, keju juga memiliki lemak jenuh tinggi dan kandungan kalori. Namun demikian Anda tetap harus mengkonsumsinya secara seimbang. Nutrisi dalam keju seperti kalsium dikemas dengan kandungan vitamin A, B12, riboflavin, seng, dan fosfor. Protein hewani dalam keju sendiri dikaitkan dengan pencegahan kanker, dan penurunan nafsu makan. 

4. Susu cokelat 
Susu cokelat yang dibuat dari campuran susu rendah lemak dan cokelat memiliki rasio ideal karbohidrat dan protein 3:1 untuk pemulihan kesehatan otot tubuh setelah Anda beraktivitas sepanjang hari. Selain kesehatan otot, kalsium dan natrium yang dimiliki susu cokelat juga baik untuk tulang. Penelitian dari University of Texas di Galveston mengungkapkan bahwa susu dikaitkan dengan penurunan resiko kanker usus besar, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2. 

5. Kopi
Data statistik dari penelitian tentang kopi di Australia menunjukkan bahwa konsumsi kopi setiap hari mambantu meningkatkan konsentrasi stamina. Di samping itu, kopi juga menurunkan resiko diabetes dan alzeimer. 

6. Mayones
Masih menghindari mayones pada salad atau sandwich? Berikut kabar baiknya. Mayones memiliki lemak dan kalori tinggi yang terbentuk dari bahan berkualitas untuk manfaat kesehatan. Bahan tersebut seperti canola atau minyak zaitun yang dibutuhkan untuk jantung, dan telur kaya nutrisi untuk melawan peradangan dan membantu memecah timbunan lemak tubuh. 
"Lemak dalam mayones memaksimalkan penyerapan vitamin dari sayuran pada sandwich dan salad," papar Batayneh.