Tampilkan postingan dengan label Resiko Melek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resiko Melek. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2013

Kenali Fenomenaa Kelumpuhan Saat Tidur Dengan Rasa Panik dan Tertindih (Sleep Paralysis)

sleep paralysis
Mungkin Anda pernah merasakan sensasi rasa panik saat tidur karena tubuh seolah-olah ditindih sesuatu namun Anda tidak bisa bergerak, berteriak, apalagi terbangun. Masyarakat menyebut fenomena itu sebagai tindihan karena mahluk halus. 

Menurut penjelasan medis, tindihan disebut dengan kelumpuhan saat tidur (sleep paralysis). Ini adalah fenomena yang normal. Hampir setiap orang dalam hidupnya pernah mengalami kelumpuhan saat tidur, termasuk orang dari negara maju. 

Kelumpuhan saat tidur, menurut penjelasan dr.Rismawati Tedjakusuma, spesialis saraf dan ahli tidur, disebabkan karena adanya ketidaksesuaian antara tidur REM dengan bangun. 

Fase tidur REM adalah periode tidur yang paling dalam nyenyak. Pada tahap inilah mimpi terjadi. Selama tidur REM otot-otot berada dalam kondisi yang sangat lemah. "Ini mekanisme alami supaya kita tidak memeragakan mimpi yang dialami," katanya. 

Nah, saat mengalami sleep paralysis otak sebenarnya sudah keluar dari tahap REM tetapi tubuh belum sehingga otot-otot masih lemah. "Jadi rasanya seolah-olah kita ingin bangun dan buka mata tapi tubuh tidak bisa digerakkan," kata Risma yang juga anggota Indonesia Sleep Society ini. 

Sebagian besar orang percaya bahwa tindihan bisa mengancam nyawa. Namun menurut Risma ketakutan itu tidak berdasar. "Memang rasanya sesak napas, tetapi jika kita rileks dan tenang lama-lama perasaan lumpuh itu akan hilang sendiri," katanya.

Meski tidak berbahaya, namun sleep paralysis yang terlalu sering perlu diwaspadai. "Jika kita mengalami fenomena itu seminggu dua kali saja, perlu diperiksakan," imbuh dokter dari RS.Medistra Jakarta ini.

Sleep paralysis bisa menjadi gejala dari penyakit gangguan tidur lainnya, misalnya saja henti napas saat tidur (sleep apnea), serangan tidur mendadak (narcolepsy), kecemasan, bahkan depresi. Orang-orang yang pernah mengalami trauma psikologis juga lebih rentan mengalami sleep paralysis. 

Sleep paralysis juga biasanya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi terlentang atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur. Karena itu sebaiknya kita mengubah posisi tidur beberapa kali saat tidur.

Senin, 01 April 2013

Warning..! Ada Efek Mengerikan Akibat Kurang Tidur dan Keseringan Melek Malam


Tubuh kita bagian dari sebuah sistem hidup dan kehidupan yang memerlukan sebuah keteraturan karena saling keterkaitan antara satu sama lain. Ibarat sebuah mesin yang digunakan, suatu ketika mesin tersebut tetap harus dimatikan dan diistirahatkan untuk beberapa saat. Mengistirahatkan mesin dapat membantu mengurangi resiko kerusakan pada mesin tersebut. Sama halnya dengan sebuah mesin, tubuh kita adalah kumpulan banyak sistem yang juga perlu diistirahatkan.

Ada banyak organ tubuh yang bekerja dan ada banyak sistem metabolisme yang harus berjalan setiap saat. Oleh karena itu kita membutuhkan waktu untuk meringankan beban tubuh kita. Tidur adalah salah satu jalan yang direkomendasikan agar kita bisa mengistirahatkan tubuh kita. Kekurangan tidur atau terlalu sering begadang bisa membuat kita mengalami beberapa dampak yang mengerikan.

Penyakit-penyakit seperti stroke, kegemukan, diabetes, hilang ingatan hingga kanker sudah menghadang di depan mata. Kekurangan jam tidur dan tidur tidak teratur bisa membuat fungsi organ mulai dari bagian kepala hingga pencernaan mengalami masalah. Hal ini ditunjang dengan kebiasaan yang sering dilakukan saat susah tidur di malam hari seperti main video game, menggunakan komputer, ngemil dan sebagainya.

Tidur yang direkomendasikan adalah tidur selama 7 jam sehari dengan kondisi lampu dimatikan. Pada saat ini terjadi, tubuh akan meregenerasi diri dengan baik, bahkan membuat pertahanan diri dari masalah seperti kanker. Saat Anda tidur tubuh juga terhindar dari kerusakan tulang seperti dilansir dari Huffington Post.

Tidur teratur dan berkualitas, mampu meringankan beban otak sehingga bisa membuat kita terhindar dari problem kepikunan dan sulit konsentrasi. Bila Anda dalam kondisi sangat lelah, sebaiknya pindahkan bantal di kepala untuk menyangga betis dan lutut Anda. Tidurlah dalam posisi terlentang dan lampu dimatikan.

Seaktif apapun Anda, namun kita tetap perlu menjaga agar tubuh mendapatkan perawatan dan istirahat yang cukup. Jangan korbankan kesehatan Anda karena akan sangat mahal untuk bisa mendapatkannya kembali. Stay health, Ladies.